c92sg

Buka Prodi PGSD, Jadi Kado Spesial untuk Masyarakat Wilayah Cirebon

Sebagai perguruan tinggi tertua, berdiri semenjak 29 Desember 1962 silam Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon menjelma menjadi perguruan tinggi terbesar di wilayah timur Jawa Barat. Mengelola 7 Fakultas, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran dan Pascasarjana. Mahasiswa yang menuntut ilmu di Kampus Macan Ali ini mencapai sekitar 14.000 mahasiswa. Apalagi yang akan dilakukan kedepan?

Di Unswagati dari 7 Fakultas tersebut dan 17 Program Studi (Prodi) yang kini semuanya terakreditasi B kecuali Prodi Pendidikan Dokter dan Ilmu Komunikasi yang masih C dan segera akan dilakukan reakreditasi. Sementara 15 prodi lainnya semuanya sudah B. Antara lain, Prodi Ilmu Hukum, Prodi Manajemen, Prodi Akuntansi, Prodi Administrasi Negara (AN), Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi  Pendidikan Bahasa Indonesia, prodi Pendidikan Matematika, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Ekonomi.

Kemudian, Prodi Agroteknologi dan Agribisnis di Fakultas Pertanian, Prodi Teknik Sipil di Fakultas Teknik, Prodi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran. Sementara di Pascasarjana, ada Prodi Agronomi, Prodi Magister Hukum, Prodi Magister Administrasi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.  Nah, kini pada Diesnatalis yang ke-53 Tahun, Unswagati mempersembahkan Prodi baru untuk masyarakat di Wilayah Cirebon, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)  yang SK-nya sudah ditandatangani oleh Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Sesuai dengan salinan asli surat Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dengan Nomor: 19/KPT/I2015 Tentang PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR PROGRAM SARJANA PADA UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI DI CIREBON YANG DISELENGGARAKAN OLEH YAYASAN PENDIDIKAN SWADAYA GUNUNG JATI DI KOTA CIREBON Ditetapkan di Jakarta Tertanggal 15 September 2015 dan ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Naim.

Meski turunnya SK di ujung semester ganjil Unswagati tetap baru membuka program S1 PGSD tersebut dimulai pada semester ganjil, maka Prodi PGSD ini baru akan dibuka pada tahun akademik 2015/2016.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP mengatakan pihaknya sangat bersyukur izin penyelenggaraan PGSD sudah diberikan dari dikti kepada Unswagati. Bagi Prof Djohan–panggilan akrab rektor–pemberian izin membuka PGSD tersebut sebagai kepercayaan dikti kepada Unswagati dan hak ini tentunya menjadi anugerah tersendiri bagi Unswagati.

“Unswagati telah lama mengajukan permohonan penyelenggaraan PGSD. Permohonan diajukan bersamaan dengan sedang berjalannya proses peralihan status PTS menjadi PTN. Segala persyaratan yang diminta telah terpenuhi. Permohonan itu dijawab oleh kementerian bahwa program studi PGSD akan dikabulkan pada saat alih status telah selesai. Namun setelah mendapat informasi dari mantar Dirjen Dikti, Prof. Dr. Djoko Santoso, bahwa tidak ada kaitan antara peangujuan pembukaan prodi baru dan proses alih status maka pada tahun 2014 Unswagati mengajukan ulang penyelengaraan prodi PGSD berdasarkan ketentuan baru,” ujarnya didampingi Dekan FKIP Unswagati Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd.

Setelah turunnya SK PGSD tersebut, selanjutnya rektor menyerahkan kepada Dekan FKIP yang telah mempersiapkan timnya. “Alhamdulillan November 2015 surat keputusan Menristek dikti kami terima. Kami, tentu saja tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan pemerintah terhadap kami. Kami telah menyiapkan program untuk memokuskan pada program berkualitas,” jelas Dekan FKIP Prof Abdul Rozak dengan mantap.

Guru besar Bahasa Indonesia Unswagati ini mengungkapkan bahwa program perkuliahan dipandu dengan kurikulum berbasis KKNI dengan dosen-dosen berkualitas yang berkompeten di bidangnya. Penyelenggaraan perkuliahan dilaksanakan dengan tatanan terstruktur dan sistematis, sarana dan prasarana berstandar nasional. Dosen-dosen gabungan dari senior dan yunior beraktivitas riset dan berkemampuan mengembangkan diri. Kami menyediakan fasilitas yang menjadi media pengembangan para mahasiswa agar menjadi guru profesional bermartabat dan berkontribusi terhadap kemajuan negara dan bangsa terutama di bidang pendidikan dasar.

“Kami siap mengembangkan potensi mahasiswa dengan aktivitas intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Kami mempersilakan mahasiswa aktif dalam teater, pramuka, paduan suara, olah raga, dan bidang keagamaan. Mulai tahun akademik 2015/2016, setiap mahasiswa baru pada semester 3 diwajibkan mengikuti program bela negara. Program ini bekerja sama dengan TNI. Dengan program ini diharapkan mahasiswa FKIP menjadi pribadi tangguh dalam menghadapi berbagai rintangan. Pada intinya kami siap menyelenggarakan program PGSD dengn kualitas tidak biasa, di atas standar,” imbuh Prof Rozak.(*)

 

889 replies

Comments are closed.