WhatsApp Image 2016-11-22 at 15.34.39

Alumni Berprestasi

Kesambi – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Pendidikan Matematika Unswagati Cirebon menghadirkan beberapa alumni yang dinilai berprestasi . tidak hanya itu, alumni FKIP Matematika Unswagati dari berbagai tahun turut hadir dalam temu kangen alumni di Aula Kampus II Unswagati, Sabtu (19/11).

 

Ketua pelaksana kegiatan, Iis Sugiharti Bahari mengatakan, temu kangen alumni Pendidikan Matematika Unswagati diharapkan dapat mempersatukan lulusan dari beerbagai angkatan. Dalam kesempatan tersebut, seluruh alumni dapat berbagi informasi tentang banyak hal.

 

“kami ingin meningkatkan silaturahmi antar alumni. Ikatan alumni FKIP Matematika Unswagati kembali aktif dengan beragam kegiatan ke depan,” ucap Iis, kepada Radar.

 

Dalam temu kangen alumni itu, panitia menghadirkan hiburan dan berbincang-bincang  dengan alumni yang dianggap sudah berhasil menerapkan ilmu yang didapat. Panitia temu kangen alumni FKIP Matematika Unswagati menghadirkan beberapa nara sumber diantaranya Kepala SMAN 6 Kota Cirebon Dra Hj Ety Nur Rochaeni, M.Pd. dengan nara sumber yang juga alumni FKIP Matematika Unswagati tersebut, diharapkan dapat memberikan ilmu dan pengalaman serta motivasi. Apalagi, panitia menghadirkan mahasiswa yang masih aktif kkuliah. “ini supaya memberikan motivasi dan semangat belajar,” katanya.

Dra. Hj. Ety Nur Rochaeni, M.Pd. dalam pemaparannya menyampaikan, sebagai alumni angkatan 1988 FKIP Matematika Unswagati, banyak pengalaman yang didapat selama menempuh pendidikan. Terpenting, pesan Ety, melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan niat ibadah.

 

Dengan keikhlasan akan mengahasilkan sesuatu yang optimal. Dalam belajar, bekerja dan berkegiatan, semua dijalani seperti air mengalir. “berusaha dan berdoa. Belajar yang rajin tanpa meninggalkan ibadah. Insya allah akan ada jalan terbaik,” ucapnya memotivasi.

Sumber : Radar Cirebon Senin, 21 November 2016

UNTUK MENGGANTI 500.000 GURU

500.000 GURU PENSIUN

Selamat Pagi Bapak dan Ibu Guru salam sejahtera dan salam edukasi !!

Pemerintah akan merekrut guru PNS sesuai analisis jabatan di masing-masing daerah untuk mengganti sekira 500.000 guru yang akan pensiun hingga 2019.

Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, penambahan guru PNS akan tetap dilakukan meski bukan karena ada guru yang pensiun. Rekrutmen guru PNS melalui Guru Garis Depan (GGD) dan penerimaan guru akan dibuka melalui mekanisme lain. ”Tetapi, harus dihitung dulu analisis jabatan oleh masing-masing daerah yang akan menentukan kebutuhan guru di daerahnya,” katanya ketika dihubungi KORAN SINDO kemarin.

Menurut dia, pemerintah tidak merasa khawatir dengan pensiunnya sekitar setengah juta guru tersebut. Kelas-kelas dijamin tidak akan kekurangan guru karena akan ada analisis jabatan yang menjadi salah satu cara untuk menentukan kebutuhan dan kemampuan fiskal di suatu daerah. Hal yang paling mendesak dalam kebutuhan guru sebetulnya adalah penyelesaian distribusi guru yang harus merata di setiap daerah. Rekrutmen guru PNS tahun ini akan diselesaikan melalui GGD.

Tahun ini kuota GGD naik 10 kali lipat atau dari 798 ke 7.000 guru yang akan menetap secara permanen di 93 kabupaten terdepan Indonesia. Setelah formasi GGD selesai, akan dibicarakan kembali pola rekrutmen guru PNS dengan pihak terkait seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan- RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).

”Nanti baru akan dibicarakan dengan pihak terkait mengenai rekrutmen CPNS guru. Hal yang paling penting adalah pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk yang tidak moratorium. Namun, sekali lagi, perhitungan kebutuhan guru PNS harus berdasarkan analisis jabatan yang matang agar tidak terjadi oversupply ataupun di bawah supply,” tuturnya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Didik Suhardi menjelaskan, memang harus ada pemetaan guru di setiap daerah sehingga akan terlihat jelas mana daerah yang kekurangan guru dan mana yang berlebih.

Sumber: http://www.infopgri.tk

500 pns pensiun

500 PNS Pensiun, Kabupaten Bogor Terancam Kekurangan Guru

CIBINONG, (PR).- Terhitung 2016 sampai 2017, terdapat sekitar 500 orang pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bogor yang memasuki masa purnabakti. Kondisi ini menyebabkan Pemkab Bogor khawatir kekurangan guru.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Dadang Irfan menyebut, kekhawatiran kurangnya guru muncul karena dari 500-an orang tersebut, sekitar 300 di antaranya merupakan PNS yang betstatus tenaga pengajar. Sedangkan 200 sisanya adalah staf administrasi dan tenaga medis.

“Pada awal 2018 nanti, ada sekitar 250 PNS lagi yang pensiun. Ini yang membuat kami bingung, karena saat guru-guru ini pensiun, sampai sekarang kan belum ada pengangkatan PNS lagi,” kata dia kepada “PR” Senin, 8 Agustus 2016.

Kondisi ini, kata Dadang memaparkan, sebenarnya bisa diatasi dengan pengangkatan tenaga pengajar honorer dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Namun hal itu pun masih harus menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah yang kini masih dalam proses. Sementara untuk pengangkatan paea guru honor menjadi aparatur sipil negara atau PNS, sudah tidak bisa lagi dilakukan pemerintah setingkat kabupaten/kota.

“Yang paling penting utama itu tenaga pengajar dan tenaga medis, keberadaannya sangat dibutuhkan karen menyangkut pelayanan langsung terhadap masyarakat. Kalau tenaga administrasi, kami masih bisa atur sedemikian rupa lah walaupun banyak yang pensiun,” ucap Dadang.***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com 8 Agustus, 2016

guru-mengajar-di-kelas-ilustrasi-_130523113141-686

75 Ribu Guru Pensiun

Senin, 17 Oktober 2016, 16:00 WIB

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fikri Faqih menilai, tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menangani persoalan guru masih banyak yang perlu dituntaskan.

“Beberapa persoalan, misalnya, dari 3,9 juta guru, baru satu juta guru yang memenuhi syarat minimal kualifikasi akademik S1 atau Diploma IV. Bahkan, dari dari tersebut,  baru 1,9 juta yang tersertifikasi,” ujarnya, kemarin.

Di tengah minimnya jumlah guru yang baru tersertifikasi tersebut, anak-anak Indonesia harus mengalami kenyataan bahwa hingga tahun 2020, terdapat 316 ribu guru yang akan mengalami pensiun. “Artinya, rata-rata per tahun terdapat 75 ribu guru yang pensiun,” kata politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Persoalan tersebut jika tidak dicari solusinya secara cepat dan bijaksana, akan mengurangi daya saing anak bangsa dalam menghadapi era globalisasi karena rekrutmen tenaga pendidik baru yang berkualitas lebih lambat dibandingkan laju pertumbuhan anak Indonesia yang masuk usia sekolah.

Minimnya kemampuan pemerintah untuk menghasilkan tenaga pendidik baru berkualitas itu tecermin dari daya tampung asrama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang berkisar di angka 5.000. Padahal, kebutuhan untuk memenuhi hal tersebut setiap tahun sebesar 40 ribu per tahun.

 

Sumber Republika online

guru-pengajar-dosen

Cimahi Masih Butuhkan 350 Guru

CIMAHI, (PR).- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrawahan mengatakan, pendidikan dasar di Cimahi membutuhkan sekitar 350 tenaga pengajar. Meskipun begitu, dia mengklaim ketersediaan guru di setiap sekolah dasar tidak mengalami ketimpangan.

“Kami mencoba untuk bertindak adil dan berusaha untuk memeratakan tenaga pendidik yang ada, sehingga paling tidak antara satu sekolah dan sekolah yang lainnya tidak sampai mengalami ketimpangan dalam hal ketersediaan guru,” kata Dikdik di kantornya, Kompleks Pemkot Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Rabu 12 Oktober 2016.

Menurut dia, kebutuhan 350 guru di tingkat SD itu berdasarkan hasil kajian dini yang dilakukan Disdikpora. Kekurangan guru itu berlaku di seluruh SD yang ada di Cimahi, baik sekolah negeri maupun swasta. “Untuk seluruh SD di Cimahi, secara akumulatif kami kekurangan sekitar 350 guru. Di Cimahi ini total ada 124 SD,” ujarnya.

Dikdik menyatakan, pihaknya bakal melakukan kajian lebih mendalam mengenai kebutuhan guru SD di Cimahi, termasuk mengukur rasio guru berbanding murid saat ini. “Kami belum tahu rasio antara jumlah guru dan jumlah siswa saat ini berapa, tetapi idealnya itu saya kira satu guru berbanding 27 siswa. Sekarang belum seperti itu,” katanya.

Dengan menimbang kebutuhan guru SD yang sangat besar itu, Dikdik berharap pemerintah pusat segera mengakhiri moratorium pegawai negeri sipil, khususnya untuk guru. “Mudah-mudahan berita dari Menpan-RB bisa menjadi angin segar untuk Cimahi, karena dari berita yang saya ketahui beliau sudah mengevaluasi tentang kebijakan moratorium,” tuturnya.

Soalnya, lanjut dia, kekurangan guru di Cimati tak serta merta bisa disiasati dengan merekrut guru honorer, mengingat pendanaan yang dimiliki sekolah negeri terbentur oleh aturan pemerintah. Lain halnya dengan sekolah swasta, yang jika memiliki dana yang mencukupi bisa bebas merekrut tenaga pengajar.

“Guru honorer yang sudah direkrut sejak dulu juga kan nasibnya masih banyak yang belum jelas, berkaitan dengan honorer kategori II itu. Memang ada beberapa sekolah yang berinisiatif merekrut guru honorer, tapi kebanyakan sekolah masih mengandalkan kepada sumber pendanaan yang diatur di dalam BOS. Maksimal 15% masih boleh,” katanya.

Pada jenjang SMP dan SMA sederajat, menurut Dikdik, kekurangan tenaga pengajar tidaklah terlalu signifikan. Meskipun begitu, hal tersebut tetap perlu perhatian. “Kami harus tetap evaluasi, karena berbicara kekurangan guru kan kita sudah lama melakukan moratorium (penerimaan pegawai negeri sipil). Sudah lama kami tidak melakukan rekrutmen,” tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Cimahi Harjono menyatakan, pada tahun ini pihaknya menerima usulan penambahan sekitar 400 pegawai untuk formasi guru. “Untuk total formasi yang kami ajukan pada tahun ini berjumlah 500 sekian pegawai, yang sekitar 400 pegawai di antaranya untuk guru. Akan tetapi, usulan formasi itu kan tetap diputuskan oleh pusat,” kata Harjono.***

Sumber: Pikiran Rakyat Kamis, 12 Oktober 2016

IMG-20161015-WA0019

E-Com Kembangkan Bakat dan Minatnya dalam Kemampuan Berbahasa Inggris

Cirebon – ESA selalu memberikan yang terbaik dalam program-programnya, memberikan dan menyediakan kebutuhan untuk mahasiswa pendidikan B.Inggris di UNSWAGATI. Sepertihalnya di event yang baru saja selesai dilaksanakan pada Sabtu, (15/10) yaitu English Community atau yang lebih terkenal dengan sebutan E-Com. E-Com sendiri adalah salah satu event weekly ESA, dimana para pesertanya dilatih atau diberikan ilmu yang belum tentu didapatkan di kelas. Event ini dilaksanakan setiap hari sabtu selama satu bulan penuh. Dalam event tersebut ESA memberikan fasilitas kepada mahasiswa english department untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam kemampuan berbahasa Inggris. Bukan hanya bahasa Inggrisnya saja yang menjadi sasaran utama, tetapi juga sisi kreatifitas mahasiswa bahasa Inggris menjadi aspek lain yang dimuat di dalam E-Com. Ada 5 kelas peminatan di E-Com ini yaitu: Debate, speech, micro teaching, mini research dan juga design graphic. Salah satu keunggulan event ini adalah, adanya tutor-tutor yang memang ahli dalam bidangnya masing-masing dan tidak perlu diragukan kemampuannya. Keunggulan yang lainnya adalah bahwa event ini GRATIS, peserta tidak dipungut biaya sepeser pun untuk mengikuti event ini.

Antusiasme datang dari mulai tingkat 1 sampai dengan tingkat 3, adanya tutor yang asyik dan bahasan yang menarik menambah semangat para peserta. Di salah satu kelas peminatan micro teaching contohnya, walaupun sasaran kelas ini hanya untuk tingkat 3, tapi peserta yang hadir cukup banyak setiap minggunya, walaupun bahasan di kelas ini ada pada mata kuliah, tapi itu tak menutup minat mereka untuk mengikuti kelas ini.

Peserta tak hanya mendapat ilmu yang bermanfaat di program ESA ini, tapi mereka juga mendapat pengalaman belajar baru. Tak hanya itu, ESA juga memberikan predikat best participant di setiap kelas peminatan di E-Com ini, satu dari seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat best participant. Dan pengumuman best participant ini diumumkan pada acara closing E-Com. Yang mendapatkan sertifikat best participant ini diantaranya : Raudhah Diva (Mini Reseach), Ajeng Puji Lestari (Micro Teaching), Harries Fadhie (Debate), Ricky Ronaldo (Design Grapic), dan Aprilia Pratiwi (Speech).

Dengan diadakannya E-Com ini diharapkan mahasiswa english department dapat mengembangkan bakat dan minatnya dalam kemampuan berbahasa Inggris dan juga bidang lainnya. Diharapkan juga mereka terus bersemangat dalam belajar untuk mencapai kesuksesan.

IMG-20161015-WA0009 IMG-20161015-WA0035 IMG-20161015-WA0067

3 Dara ESA Coba Jajaki Dunia Ekonomi

3 dara (1)(3/10) -Becoming a minority is challenging and risking- Caption ini diposting lewat akun media sosial oleh salah satu anggota tim penulis CALL FOR PAPER 2nd International Student Conference on Asia Africa Studies 2016 di hotel Sheraton, Bandung. Tiga dara English Student Association, Ajeng Puji Lestari, Rosi Rosdiani, dan Syahnaz Nurfauziyah Asshof, mereka membawa nama Swadaya Gunung Jati University sebagai pembicara pada Konferensi Internasional tersebut (1/10) yang diselenggarakan oleh International Economics Student Competitions, Padjajaran University. Acara tersebut mengangkat tema besar seputar ekonomi yaitu Sustainable Development and Inclusive Growth to Reduce Income Inequality, yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi ketiga penulis baru ini untuk mampu menyusun full paper yang akan dipresentasikan di hadapan Chair Person dan Adjudicator serta para penulis lain yang notabene meraka adalah Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan pastinya memiliki basic knowledge seputar ekonomi, berbeda dengan Ajeng, dkk yang mana mereka adalah Mahasiswa FKIP Bahasa Inggris dan terbilang masih dalam ranah “mencoba” untuk menjajaki dan mencari tahu isu-isu seputar Perekonomian Indonesia.

3 dara (3)Dengan melalui proses yang panjang dari awal bulan Agustus kemarin, tim penulis ESA Unswagati melakukan penelitian di daerah Waled, Kabupaten Cirebon dan memulai untuk menulis abstract dengan bimbingan salah satu dosen Bahasa Inggris, Mr. Misdi, S.Pd., M.Pd. kemudian mereka akhirnya mendapat notifikasi bahwa tim Unswagati berhasil masuk ke 8 besar abstract terbaik (dari 21 peserta abstract submission) yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu menyusun full paper dan diundang untuk menjadi pembicara di Konferensi Internasional tersebut. “This is awesome! It is my first time to join in international conference, I think I got the best partners and supporters ‘til we can success on our first submit. Actually a bit hard to make this paper because we don’t have a good basic in economics, but we try our best ” Tutur dara sunda ini, kak Rosi. Sub tema yang mereka pilih yaitu Decent Work and Food Security and Agriculture Challenges dan dikerucutkan menjadi sebuah judul karya tulis yaitu Lack of Society Participation on Government Program in Implementing Agency of Agriculture Fisheries and Forestry (BP3K) Waled. “We have strong willingness and ready to take the risk, so even though we are not economic student, we go ahead.” Ujar anggota termuda tim ini, Syahnaz, ”…be a minority is not easy, but it is our pride to be a part of this international event. We try to realize the vision of Unwagati itself which is ‘terwujudnya Unswagati sebagai perguruan tinggi negeri yang bereputasi nasional, berjejaring global, dan berkontribusi bagi peningkatan daya saing bangsa yang bermartabat’.” sambung kak Ajeng.

3 dara (2)Setelah bisa sampai di acara puncak, ketiga member ESA ini belum bisa bernapas lega, karena masih harus menunggu pengumuman Best Full Paper ISCAAS 2016 dalam dua minggu ke depan setelah acara digelar yang mana sebelumnya telah diumumkan Best Speaker ISCAAS 2016 yang berhasil diraih oleh tim tuan rumah, penulis dari Mahasiswa Unpad. Sementara menunggu pengumuman kategori karya tulis terbaik, selama satu minggu ke depan para penulis berkesempatan untuk melakukan revisi pada full paper mereka.

Dengan pencapaian ini, tim penulis juga menyampaikan acknowledgment-nya kepada semua pihak yang telah mendukung mereka untuk bisa sampai ke titik tersebut, terutama untuk Kaprodi Pend. Bahasa Inggris, Mrs. Hj. Nurani Hartini, Dra., M.Hum dan Dosen Pembimbing mereka, Mr. Misdi, S.Pd., M.Pd. Tim ESA Unswagati tak berekspektasi tinggi untuk menjadi yang pertama, tetapi tetap berusaha menghasilkan yang terbaik, semoga. Aamiin. –Dept.Komunikasi ESA Unswagati–

 

DSC_0001

Membaca Melalui U-ERC

Unswagati Extensive Reading Competition. (U-ERC) merupakan program kerja baru dan terlama dalam pelaksanaannya, kegiatan yang berlangsung selama 6 bulan ini, dimulai dari tanggal (1/10/2016) sampai dengan (25/4/2017) membuat ESA semakin bersemangat menjalankan U-ERC. Pada acara pembukaan berjalan dengan lancar dari mulai pembukaan hingga penutupan. Terdapat hal yang menarik setelah acara pembukaan, yaitu adanya sesi skype bersama Pak Usep Syarifudin, S.Pd., M.ED. dimana beliau adalah salah satu dosen Unswagati yang mendapat beasiswa LPDP, spesialnya lagi beliau mendapatkan beasiswa di Amerika Serikat, tepatnya di Pennsylvania University. Skype beda negara ini menjadikan mahasiswa tingkat 1 yang merupakan sasaran utama kegiatan U-ERC ini menjadi antusias dalam mengikuti acara ini. Tema yang dibawakan mengenai motivasi membaca di kalangan mahasiswa, tema ini menambah antusiasme mahasiswa tangkat 1 untuk mengetahui lebih jauh tentang membaca dari Pak Usep Syarifudin.
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan 2 member berbakat ESA, Glinca dan Panji, mereka menampilkan bakatnya dalam bidang musik. Selain itu, ada pemberian materi dari Pak Hendriwanto, S.Pd., M.Pd.. mengenai mekanisme dari kegiatan U-ERC ini, beliau menerangkan aturan dan hal-hal lain yang menyangkut kegiatan yang akan dilaksanakan selama 6 bulan kedepan.
Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat membiasakan dirinya untuk terus membaca, karena membaca adalah hal yang penting utamanya untuk mereka sebagai generasi penerus dan pelurus bangsa ini. Kegiatan ini diawali dengan nama Unswagati, hal ini dikarenakan kegiatan ini akan menyeleruh diikuti oleh seluruh mahasiswa Unswagati dari berbagai fakultas aamiin.

plant test

Tunjukan Minat Bakat Lewat PLANT TEST

Cirebon – Tidak semua orang mengetahui minat bakatnya, tidak semua orang juga berani menunjukan minat bakatnya. Untuk itu, ESA memfasilitasi kepada mahasiswa baru 2016 yang masuk Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk berani dan mencoba menunjukan minat bakatnya. Lewat program kerjanya (red Esa) yaitu Placement and Development Talent Test atau lebih dikenal dengan sebutan “PLANT TEST” yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 17/9, ESA membuka perekrutan kepada mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris tingkat 1 dan 2 untuk menjadi anggota barunya.

Acara yang diselenggarakan di lantai 3, Gedung FKIP Kampus 3 Unswagati berjalan dengan lancar dan meriah dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB. Acara demi acara terlaksana dengan baik, peserta sebanyak 37 orang, melaksanakan 3 step dalam kegiatan PLANT TEST ini, diantaranya adalah interview, membaca kitab suci Al-Quran dan menunjukan minat bakat para calon member ESA. Kemeriahan bertambah saat semua calon member ESA mencoba menampilkan minat bakatnya, ada yang menunjukan kemampuannya dalam bidang tarik suara, menari, menggambar, drama bahkan stand up comedy. Para calon member tampak percaya diri menampilkan kemampuannya.

Tujuan dari diadakannya PLANT TEST ini adalah untuk mengatahui minat dan bakat para calon member ESA, serta mempermudah menempatkan posisi mereka pada departemen-departemen yang ada di ESA sendiri. Diharapkan para calon member ESA ini dapat membuat ESA menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Pesta Kecil Meriahkan Kedatangan Mahasiswa Baru Bahasa Inggris

Cirebon – Mendapatkan kawan, keluarga, dan adik kelas baru tentunya merupakan hal yang membahagiakan untuk ESA, karena merekalah generasi penerus dan pelurus untuk memajukan FKIP B. Inggris, khususnya untuk ESA itu sendiri. X-West (Exhibition and Welcoming English Student) merupakan mini party yang ESA selenggarakan dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa baru FKIP B.Inggris Unswagati. Kemeriahan menghiasi acara mini party ini, yang diselenggaran kemarin (red kamis) 5/9 bertempat di Kampus 3 Unswagati.
Konsep penyambutan yang menarik yang disajikan Dea Vicky selaku ketua pelaksana dan seluruh member ESA membuat antusias para mahasiswa baru. Dekorasi unik yang dibuat oleh para member ESA setiap departemen menambah kemeriahan acara X-West ini. Acara ini juga dihadiri oleh Peace Corps USA, yang terdiri dari Ellena, Matthew dan Eddie, mereka membuat banyak gelak tawa untuk para mahasiswa baru kemarin, terlihat banyak kegembiraan disana.
Tak hanya itu, penampilan memukau dari tiga member ESA yang menampilkan bakatnya dalam bidang dunia tarik suara yaitu Mega, Panji dan Lisa, menjadikan suasana lebih hidup dan para mahasiswa baru menjadi semakin terkesima dengan penampilan tersebut, ditambah ketika penampilan salah satu member ESA yaitu Glinca yang menunjukan bakatnya dalam bermain biola. Pengenalan dosen pun menjadi acara di X-West, tentunya mahasiswa baru harus mengenal dosen-dosennya yang akan membimbing mereka di dunia perkuliahan.
Photo booth, merupakan ikon tersendiri untuk acara ini, para mahasiswa dapat mengekspresikan gaya mereka disini. Posting-an di sosial media dengan hastag (#xwest_2k16 dan #esaunswagati) dan berbagai captions menarik telah banyak mendukung untuk mem-publish event ini sehingga menumbuhkan rasa penasaran banyak orang. Acara terakhir ditutup dengan pembagian kelas, untuk tahun ini ada tiga kelas untuk para mahasiswa baru FKIP B.Inggris Unswagati.
Dengan diadakannya X-West ini, pengurus ESA mengaharapkan hari pertama di pengalaman kuliah mereka sebagai mahasiswa baru lebih menyenangkan dari apa yang mereka pikirkan sebelumnya, selain itu pengurus ESA juga mengharapkan antusiasme mahasiswa baru untuk bergabung menjadi pengurus ESA kedepannya dan menjadikan ESA lebih baik (ESA).