berita

Dosen FKIP UGJ Berikan Pelatihan Peningkatan ICT Guru

Teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat. Namun, perkembangan ini bak dua sisi mata uang. Bisa member kesempatan, sekaligus menjadi sandungan. Melihat pentingnya upaya merespons tantangan itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) terus berusaha meningkatkan kompetensi tenaga pendidikan.

Melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), dilaksanakan pelatihan peningkatan kompetensi ICT guru  di SMPN 2 Weru Kabupaten Cirebon. UGJ menggelat pelatihan pembuatan buku ajar melalui digital e-book FLIP PDF bagi guru guru SMPN 2 Weru Kabupaten Cirebon. Dosen FKIP UGJ Wendi Kusriandi SS MPd dan Dwiniasih MPd dihadirkan sebagai pemateri. Wendi menjelaskan, para guru sejatinya dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi mereka dan disalurkan dalam kreativitas mengajar. Salah satunya memanfaatkan software pendukung. “Peran kita sebagai dosen harus siap membatu mereka,” kata Wendi, kepada Radar, dalam siaran pers, Senin (13/5).

Dijelaskan, electronic book atau buku elektronik tidak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibuka secara elektronis melalui komputer. E-book ini berupa file dengan format bermacammacam, ada yang berupa PDF (portable document format) yang dapat dibuka dengan program Acrobat Reader atau sejenisnya. Desain tampilan buku digital kini banyak diminati masyarakat adalah buku digital dengan teknologi e-book tiga dimensi yang dikenal dengan flip book.

Di mana halaman sudah bisa dibuka seperti membaca buku di layar monitor. Hal ini dipengaruhi oleh ketertarikan siswa terhadap tampilannya yang lebih menarik dan interaktif daripadabuku cetak. Teknologi terbaru ini memberi peluang besar bagi pemanfaatan buku digital dalam ilmu pengetahuan dan pengajaran jarak jauh (distance learning). Hal senada diungkapkan Dwiniasih. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu sumber daya atau sarana untuk memecahkan masalah belajar. Tidak untuk mengganti semua peran pendidik yang bermuara pada efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Dwiniasih menilai, Guru saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari era sebelumnya.

Guru menghadapi siswa yang jauh lebih beragam, materi pelajaran yang lebih kompleks dan sulit, standar proses pembelajaran dan juga tuntutan capaian kemampuan berpikir siswa yang lebih tinggi. Untuk itu dibutuhkan guru yang mampu bersaing bukan lagi kepandaian tetapi kreativitas dan kecerdasan bertindak (hard skills- soft skills). Kepala SMPN 2 Weru, Yulistin SPd MM didampingi Wakasek Kurikulum Abdullah Rifai SPd menjelaskan, guru mempunyai beberapa tantangan saat ini abad 21, diantaranya teaching and technology (mengajar dan berteknologi).

Maka dari itu kita akan terus membangun konsep pengajaran di sekolah yang dipimpinnya. Tidak hanya itu dirinya juga akan terus berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai workshop atau pelatihan,  baik yang diselenggarakan di luar maupun di dalam sekolah, yakni dengan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi salah satunya UGJ. “Untuk masalah pengajaran online, laboratorium komputer kita sudah siap. Bahkan sudah dipakai untuk UNBK,” kata Yulistin. Pihaknya berencana terus berkomunikasi dengan beberapa perguruan tinggi untuk membagi pengetahuanpengetahuan baru. Dian Yustini SPd, guru SMPN 2 Weru mengungkapkan kegembiraan terlaksananya kegiatan pelatihan penulisan buku digital. Dia berharap akan ada beberapa pelatihan yang lain yang menyangkut pada pengembangan kompetensi, seperti yang dilakukan dosen UGJ.

 

Sumber : FKIP