Laboratorium Microteaching

Laboratorim Microteaching merupakan unit pelaksana teknis dibidang kependidikan yang berfungsi mengorganisir, mengkordinasikan, dan mengembangkan penyelenggaraan program praktik keguruan dan kependidikan.

Visi

Menjadi salah satu sarana penunjang bagi FKIP UNSWAGATI dalam mempersiapkan calon guru profesional dan unggul dibidangnya; serta menjadi laboratorium Microteaching yang representatif dan menjadi pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi pembelajaran

Misi

Meningkatkan kualitas pengajaran para calon guru melalui penyelenggaraan perkuliahan Microteaching yang membekali mahasiswa menjadi tenaga pendidik profesional pada bidang studi kependidikan.
Mengkaji dan mengembangkan penerapan teori pendidikan dan pembelajaran melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan penunjang pengetahuan dan keterampilan pendidikan, profesi keguruan, dan pembelajaran.
Menyelenggarakan riset dan pengembangan (Research and Development) ilmu pendidikan, teknologi pembelajaran, classroom action research, dan pengembangan akademis kelembagaan.
Meningkatkan aktifitas layanan pendidikan dan pembelajaran melalui pelaksanan komunikasi dan membangun relasi baik nasional maupun internasional dalam kaitannya dengan pengembangan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan.

Layanan yang Kami Sediakan

Pre-service Training bagi Mahasiswa, yang meliputi:

  1. Penyediaan fasilitas untuk mahasiswa melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar.
  2. Mengorganisir dan mengkordinasikan kegiatan simulasi kegiatan belajar mengajar oleh mahasiswa.
  3. Menyediakan fasilitas bagi mahasiswa untuk melakukan evaluasi terhadap simulasi kegiatan pembelajaran yang mereka laksanakan.
  4. Melakukan perekaman dan analisa simulasi kegiatan belajar mengajar yang dijalankan oleh mahasiswa.

In-service Training bagi Dosen, yang meliputi:

  1. Penyediaan fasilitas bagi kegiatan pengembangan dan peningkatan kemampuan serta keterampilan mengajar dosen.
  2. Memfasilitasi kegiatan riset yang dijalankan oleh dosen.
  3. Memfasilitasi kegiatan pengembangan model pembelajaran, inovasi pembelajaran,, ujicoba model embelajaran, dan sebagainya yang dilakukan oleh dosen.

 

PENDAHULUAN

 Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan merupakan lembaga pendidikan tinggi yang mempunyai peran dan tanggung jawab mendidik calon guru yang profesional. Salah satu ciri umum pendidikan berdasarkan kompetensi (PGBK) selalu didasarkan pada penguasaan kompetensi. Ini berarti bahwa seorang guru atau termasuk calon guru dituntut memiliki sejumlah kompentensi bekal untuk melaksanakan tugas secara profesional.

Diantara banyak kompentensi, tiga kompetensi utama yang sifatnya sangat mendasar adalah :

  1. Kompetensi profesional
  2. Kompetensi personal
  3. Kompetensi sosial

Kompetensi profesional merupakan basisi preoses pembelajaran, kompetensi personal merupakan basis integritas kepribadian dan kompetensi sosial merupakan basis interaksi antara pribadi dalam kehidupan sosial.

Tugas guru cukup banyak, tetapi yang menjadi tugas utamanya ialah mengajar. Karena iti, seorang mahasiswa FKIP sebagai calon guru harus dibekali keterampilan mengajar (teaching skill) secukupnya.

 

  1. Pengertian pembelajaran mikro

Tugas dan tanggung jawab guru, khususnya dalam pembelajaran perlu diperhatikan dengan serius. Guru harus memiliki profesionalitas. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang telah diperoleh dari program pendidikan dan keguruan maupun program “pre service training” perlu dikembangkan melalui pengalaman mengajar di sekolah atas bimbingan kepala sekolah.

Mengajar di kelas dengan peserta didik kurang lebih 40 orang dalam waktu 45 menit (satu jam pertemuan) merupakan pekerjaan yang tidak mudah latihan praktik mengajar di kelas bagi calon guru sangat diperlukan latihan praktik mengajar akan terasa sulit dan rumit. Dalam praktik mengajar for the student teacher has two fold intention, that his pupils learn while he learn to teach” (brown, 1975), sehingga dalam latihan praktik mengajar yang langsung di kelas demikian kondisi yang dihadapinya itu, maka perhatian calon guru dalam mengajar terutama akan tertuju pada “his pupils learn”, akan perbaikan tujuan utamanya ‘his learn to teach” bahkan jika praktikan mengalami kekeliruan mengajar dapat berakibat langsung pada sekian banyak peserta didik. Ini merupakan satu kelemahan mendasat yang perlu diperbaiki.

Untuk mengatasi kelemahan yang mendasar tersebut dikembangkan pembelajaran mikro (mikroteaching) dalam kerangka pendidikan guru berdasarkan kompentensi (PGBK). Pembelajaran mikro sebagai salah satu bagian dari program pengalaman lapangan (PPL) untuk menunjang PGBK itu.

Standford University USA adalah perintis pembelajaran mikro sebagai salah satu usaha perbaikan peningkatan kualitas guru, khususnya dalam hal keterampilan mengajar (teaching skill). Pembelajaran mikro juga dikembangkan diberbagai negara lain, seperti Malaysia, Philipina, dan Indonesia. Hal ini didasarkan pada suatu rekomendasi “The Second Sub Regional Workshop on Teacher Education”.

Mc. Knight 1971 memberikan pengertian pembelajaran mikro sebagai berikut : a second down teaching ecounter designed to develop a new skill and refine old ones”. Calon guru yang sedang berlatih itu mengajar sejumlah kecil peserta didik, dengan video tape recorder (VTR) untuk diobservasi dan dianalisis oleh praktikan bersama-sama dengan supervisor (brown dan Sundari, 1989).

Kemudian Langhlin dan Moulton (Sundari, 1989) berpendapat “Micro Teaching is performance traning method designed to isolate the component part of the teaching process, so that the traince can master each component one by ini a simplified teaching situation”.

Berdasarkan dua pengertian tersebut, dapatlah dipahami bahwa pembelajaran mikro itu tetap sebagai real teaching (allen and Ryan, 1969), tetapi dalam bentuk mikro sehingga mudah dikontrol. Bentuk mikro ini mencakup hampir semua komponen dalam pengajaran yaitu :

Jumlah peserta didik       : 20 mahasiswa tiap kelompok

Waktu                                   : 10-15 menit

Bahan Pembelajaran      : terbatas

Keterampilan                     : difokuskan pada keterampilan mengajar tertentu

Bila dihubungkan dengan pembelajaran yang sebenarnya, maka pembelajaran mikro. Adalah penyederhanaan dari pembelajaran yang sebenarnya (lihat gambar berikut :
image002

P              = Pembelajaran

PM         = Pembelajaran Mikro

Seperti telah di jelaskan bahwa pembelajaran mikro hanya difokuskan pada keterampilan mengajar tertentu :

Lihat diagram di bawah ini :

image002

Keterangan :

P              = Pembelajaran

PM         = Pembelajaran Mikro

KT           = Keterampilan tertentu yang dilakukan dalam PM sebagai bagian dari P

 

  1. Komponen Keterampilan Mengajar

                Keterampilan mengajar yang berkaitan dengan praktik pembelajaran mikro menurut Allen and Ryan (1969) dalam bukunya Micro Teaching ada empat belas komponen, yaitu :

  1. Stimulus Variation (variasi stimulus)
  2. Set Induction (siasat mengawali pembelajaran)
  3. Closure (siasat mengakhiri pembelajaran)
  4. Silence and Non Verbal Cues (isyarat/sasmita)
  5. Reinforcement of Student Partisipation (penguatan pada keterlibatan pelajar dalam pembelajaran)
  6. Fluency in Asking Question (kefasihan bertanya)
  7. Probing Question (pertanyaan melacak)
  8. Higher Order (pertanyaan tingkat tinggi)
  9. Divergent Question (pertanyaan divergen/belum pasti)
  10. Recognizing Attending Behaviour (mengenal tingkah laku yang tampak)
  11. Ilustrating and Use of Example (pengilustrasian dan penggunaan contoh)
  12. Lecturing (berceramah)
  13. Planded Repetition (pengulangan yang direncanakan)
  14. Completeness of Comunication (kelengkapan berkomunikasi)

Menurut bahan penataran wawasan kependidikan guru SMTP/SMTA tahun 1994 yang diterbitkan oleh Depdikbud RI, ada sembilan komponen keterampilan mengajar yang dapat diobservasi dalam pembelajaran mikro antara lain :

  1. Bertanya dasar
  2. Bertanya kelanjutan
  3. Memberi penguatan
  4. Mengadakan variasi mengajar
  5. Menjelaskan pelajaran (penyajian bahan)
  6. Membuka dan menutup pelajaran
  7. Mengelola kelas
  8. Membimbing diskusi kelompok kecil
  9. Mengajar kelompok kecil dan perorangan

 

Berdasarkan dua pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran mikro mencakup keterampilan sebagai berikut :

  1. Keterampilan membuka pelajaran
  2. Keterampilan verbal dan non verbal
  3. Keterampilan mengguna media pembelajaran
  4. Keterampilan memilih metode
  5. Keterampilan menerangkan
  6. Keterampilan bertanya
  7. Keterampilan mengadakan assessment penjajagan
  8. Keterampilan mengadakan motivasi
  9. Keterampilan menutup pelajaran

 

  1. Ciri-ciri pembelajaran mikro

Ciri pembelajaran mikro antara lain tiap kelompok terdiri atas 10-20 peserta, waktu 5-15 menit, bahan sedikit, dan keterampilan khusus (hanya satu macam keterampilan). Kecuali hal itu ada ciri pembelajaran mikro lain yang perlu diperhatikan, yakni :

  1. Menyederhanakan hal-hal yang terdapat dalam proses belajar mengajar di kelas, sejumlah siswa, waktu, dan lain-lain
  2. Mengutamakan pencapaian tujuan khusus (keterampilan khusus)
  3. Memungkinkan adanya pengamatan atau pengawasan yang lebih teliti
  4. Feedback (umpan balik) dapat diberikan secara cepat, langsung mendalam, dan bisa diulang-ulang untuk dipahami bagi yang bersangkutan

 

  1. Tujuan pembelajaran mikro

Pembelajaran mikro merupakan teknik penunjang pengalaman lapangan calon guru, yaitu merupakan latihan terbatas mengenai keterampilan-keterampilan tertentu. Dapat pula merupakan teknik peningkatan kualitas bagi guru agar mantap penguasaan dan penampilan keterampilan-keterampilan khusus. Adapun tujuan pembelajaran mikro antara lain :

  1. Membantu calon guru atau guru menguasai keterampilan-keterampilan khusu, agar dalam latihan mengajar sesungguhnya tidak mengalami kesulitan
  2. Meningkatkan taraf kompetensi mengajar bagi calon guru secara bertahap, dengan penguasaan keterampilan-keterampilan khusus yang akhirnya dapat diintegrasikan dalam mengajar yang sesungguhnya
  3. Dalam in service traning bagi guru atau dosen, diharapkan yang bersangkutan bisa menemukan sendiri kekurangannya dalam mengajar dan usaha memperbaikinya
  4. Memberi kemungkinan dalam latihan pembelajaran mikro agar calon guru atau guru menguasai keterampilan (khusus) mengajar, agar dalam penampilan mengajar (dalam proses belajar mengajar) mantap, trampil dalam kompeten
  5. Sebagai penunjang usaha peningkatan keterampilan, kemampuan serta efektifitas dan efesiensi penampilan calon guru atau guru dalam proses belajar mengajar

 

  1. Fungsi pembelajaran mikro

Pembelajaran mikro memiliki beberapa fungsi yaitu :

  1. Upaya meningkatkan kompetensi mengajar dalam proses belajar mengajar bagi calon guru atau guru belum memenuhi kompetensi dalam proses belajar-mengajar padahal dalam program pendekatan berdasarkan kompetensi tersebut pembelajaran mikro ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mengajar, karena menyerupai mengajar yang sesungguhnya
  2. Dalam program pembelajaran mikro calon guru atau guru diberi kesempatan menguasai keterampilan-keterampilan khusus dalam kesempatan menguasai keterampilan-keterampilan khusus dalam proses belajar mengajar hal ini sangat diperlukan agar mereka memiliki, menguasai, dan melaksanakan kompetensi dengan baik dan benar
  3. Dalam proses belajar mengajar keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan calon guru atau guru erat hubungannya dengan metode-metode mengajar, maka pembelajaran mikro dapat berfungsi untuk penelitian metode mengajar tertentu
  4. Mikro teaching dapat juga berfungsi sebagai pengembangan metode mengajar tertentu. Sebab program pembelajaran mikro merupakan bagian program bagian peningkatan kompetensi mengajar bagi calon guru atau guru dalam mengembangkan dan membina penampilan tertentu dalam proses belajar mengajar hal ini bertalian erat dengan keterampilan khusus dan metode mengajarnya. Karena keterampilan khusus dapat dipandang sebagai penjabaran proses belajar mengajar dengan metode tertentu maka pengembangan dan pembinaan program pembelajaran mikro perlu dikembangkan juga.

 

  1. Langkah-langkah pembelajaran mikro

Pada dasarnya pembelajaran mikro ditempuh melalui lima langkah berikut :

  1. Pengenalan/pemahaman tentang konsep pembelajaran mikro
  2. Penyajian model dan diskusi
  3. Perencanaan/persiapan mengajar
  4. Praktik mengajar
  5. Diskusi/umpan balik

 

Pada waktu praktik mengajar perlu diadakan pengamatan (observasi) oleh pengamatan sesuai praktik mengajar melalui rekaman (jika terdapat alat fasilitas rekaman video, tape recorder, dan semacamnya).

Dari hasil pengamatan selanjutnya diadakan diskusi terhadap keterampilan yang telah dipraktekkannya. Kemudian dari hasil kesimpulan diskusi dan pengamatan ini diadakan praktik mengajar ulang oleh praktikan yang sama dengan komponen keterampilan mengajar yang sama, begitu seterusnya. Pengulangan ini tentu tergantung pada tersedianya waktu.

Dari langkah pengamatan, diskusi dan pengulangan akan diperoleh manfaat, khususnya bagi praktikan, antara lain :

  1. Praktikan dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan praktik mengajar yang telah dilaksanakan
  2. Praktikan dapat lebih meningkatkan dan mengembangkan keterampilannya pada saat mengajar yang sebenarnya
  3. Praktikan dapat memahami keterampilan mengajar yang bersifat isolatif

 

Skema langkah-langkah pembelajaran mikro sebagai berikut
image002

Dengan adanya latihan mengajar terbatas tersebut diharapkan para mahasiswa paling tidak memiliki keterampilan mengajar dan mampu menglola kelas dalam skala mikro. Pelaksanaannya diselenggarakan oleh masing-masing jurusan yang ada di FKIP atau bekerjasama dengan laboratorium mikroteaching dan PPL FKIP Unswagati dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

  1. Syarat-syarat menempuh pembelajaran mikro

Syarat dapat menempuh pembelajaran mikro bilamana mahasiswa :

  1. Telah menempuh mata kuliah PBM, dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2.0
  2. Telah menyelesaikan mata kuliah paling sedikit 75 SKS

Catatan : Mata kuliah pembelajaran mikro (microteaching) ini merupakan mata kuliah persyaratan PPL dan berstatus wajib lulus

 

 

PENGELOLAAN & PELAKSANAAN

 

  1. Pengelolaan dan pelaksanaan program

Praktek pembelajaran mikro dikelola oleh Laboratorium Microteaching & PPL FKIP Unswagati. Pelaksana pembelajaran mikro adalah dosen-dosen jurusan pada FKIP Unswagati

 

  1. Sistem bimbingan

Bimbingan praktek pembelajaran mikro ini dilakukan secara bertahap dan terpadu, dalam latihan keterampilan mengajar, khususnya pada tahap latihan keterampilan terpadu, kelompok mahasiswa dibimbing oleh satu team terdiri atas dosen pembimbing dan petugas yang ditunjuk idealnya team terdiri dari tiga orang supervisor.

 

  1. Deskripsi tugas
  2. Tugas dosen

Tugas pengajar pembelajaran mikroteaching adalah :

  1. Menjelaskan teori dan prosedur praktik pembelajaran mikro
  2. Membimbing mahasiswa dalam pembuatan program satuan pelajaran (SP) dan rencana pembelajaran (RP)
  3. Membimbing diskusi hasil supervisi mahasiswa praktikan
  4. Membimbing latihan keterampilan terbatas
  5. Memberikan contoh bersikap atau berkepribadian guru
  6. Membimbing mahasiswa dalam keterampilan terpadu
  7. Mengevaluasi hasil latihan pembelajaran mikro

 

  1. Tugas mahasiswa

Mahasiswa bertugas :

  1. Membuat rencana pembelajaran (RP) untuk latihan keterampilan terbatas maupun terpadu
  2. Melaksanakan latihan keterampilan terbatas dan diskusi

 

  1. Kewajiban mahasiswa

Mahasiswa mempunyai kewajiban sebagai berikut:

  1. Menyiapkan kelengkapan untuk latihan keterampilan terbatas dan terpadu
  2. Hadir tepat pada waktu kegiatan
  3. Mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran mikro
  4. Bersikap sebagai calon guru
  5. Pada waktu pelaksanaan pembelajaran mikro berfungsi sebagai siswa bagi mahasiswa yang sedang praktik
  6. Memberi masukan dalam pelaksanaan pembelajaran mikro
  7. Berkonsultasi sevara aktif dengan dosen pembimbing pembelajaran mikro
  8. Berpakaian sopan, rapi dan mentaati tatatertib yang berlaku.

 

  1. Pelaksanaan
  2. Waktu

Pelaksanaan mikro dilaksanakan pada semester VI

  1. Pelaksanaan pembelajaran mikro

Pelaksanaan pembelajaran melibatkan unsur-unsur:

  1. Dosen pembimbing atau supervisor
  2. Team teknisi staf laboratorium mikroteaching
  3. Mahasiswa praktikan 10-20 orang tiap kelompok
  4. Materi kegiatan pembelajaran mikro:
  5. Orientasi

Dalam kegiatan orientasi, dosen pembimbing/pengamat memberikan penjelasan tentang seluk beluk pembelajaran mikro antara lain : pengertian dasar, tujuan, materi, prosedur, dan evaluasi. Orientasi ini dapat dilaksanakan pada pertemuan awal secara klasikal maupun kelompok kecil

  1. Observasi

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal dan memperoleh gambaran secara reel penampilan guru dalam pembelajaran reel di kelas. Observasi juga dapat dilakukan secara tidak langsung yakni dengan melalui rekaman video tape recorder (VTR) atau audio tipe recorder (ATR). Kegiatan observasi segera diikuti kegiatan diskusi hasil pengamatan (observasi), khususnya yang berkaitan dengan keterampilan-keterampilan mengajar praktikan

  1. Latihan keterampilan terbatas

Inti pembelajaran mikro ialah memberikan latihan secara intensif, agar mahasiswa menguasai berbagai keterampilan mengajar. Beberapa contoh keterampilan terbatas adalah:

  1. Variasi simulasi
  2. Siasat membuka dan menutup pembelajaran
  3. Dorongan partisipasi siswa
  4. Kefasihan bertanya, tingkat dasar maupun tingkat lanjut
  5. Latihan memberikan isyarat
  6. Berceramah/keterampilan menerapkan
  7. Keterampilan berkomunikasi
  8. Mengenal tingkah laku siswa
  9. Membuat ilustrasi dan membuat contoh-contoh
  10. Memberikan penguatan
  11. Penguasaan kelas

Dari sejumlah keterampilan tersebut, ada beberapa yang penting untuk dilatihkan secara terbatas dalam pembelajaran mikro yakni:

  1. Keterampilan membuka pelajaran
  2. Keterampilan perbal dan non verbal
  3. Keterampilan memilih metode
  4. Keterampilan menerangkan
  5. Keterampilan bertanya
  6. Keterampilan mengadakan assessment atau penjajagan
  7. Keterampilan mengadakan motivasi
  8. Keterampilan menutup pelajaran
  9. Latihan keterampilan terpadu

Latihan keterampilan terpadu merupakan bentuk lanjut dari keterampilan-keterampilan terbatas. Dalam hal ini pengertian “mikro” masih berlaku bagi sejumlah mahasiswa, topik/sub topik, dan waktu, tetapi untuk jenis keterampilan yang dilatih sudah merupakan bentuk perpaduan dari semua keterampilan mengajar, sejak keterampilan menyusun rencana pembelajaran (RP), menyajikan materi dan segala keterampilan, sampai menutup termasuk mengadakan evaluasi. Butir-butir keterampilan mengajar yang dilatih dapat dilihat pada acuan format observasi pembelajaran mikro.

  1. Evaluasi hasil pembelajaran mikro

Untuk mengetahui sejauh mana kompetensi mahasiswa dalam pembelajaran mikro, maka harus ada evaluasi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi adalah:

  1. Dalam mengevaluasi hasil pembelajaran mikro, diberlakukan sistem evaluasi berlanjut, artinya nilai diambil dari rata hasil latihan praktik keterampilan terbatas dan terpadu
  2. Nilai latihan keterampilan terbatas (N1)
  3. Nilai latihan terpadu (N2) diambil dari nilai rata RP dan nilai rerata penyajian sesuai dengan format penilaian yang merupakan rerata dari dua atau tiga orang dosen pembimbing
  4. Nilai akhir (NA) pembelajaran mikro diambil dari rerata N! Dan N2 dengan pembobotan NA =
  5. Pedoman untuk mengubah nilai dari angka ke huruf adalah sebagai berikut:
Angka 100 Angka 10 Bobot nilai Huruf keterangan
80 – 100 8 – 10 4 A Amat baik
66 – 79 6.6 – 7.9 3 B Baik
56 – 65 5.6 – 6.5 2 C Cukup
40 – 55 4.0 – 5.5 1 D Kurang
0 – 39 0.0 – 3.9 0 E Gagal