7c28q

Pendidikan Harus Berdayakan Kearifan Lokal

PendidikanHarus Berdayakan Kearifan Lokal

**Seminar Nasional PGSD FKIP Unswagati DisambutAntusias

CIREBON Guru saatini lebih mengenal materi pelajarannya daripada siswanya. Fenomena ini terjadibukan salah gurunya, namun sistem yang ada mengondisikan demikian. Solusinyabukan dengan teknologi pendidikan namun dengan filsafat pendidikan, termasukbagaimana mengembalikan filsafat pendidikan pada nilai-nilai budaya dankearifan lokal yang ada. Demikian disampaikan Guru Besar Ilmu Pendidikan SosialUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Dr Suwarma Al Muchtar, SH., M.Pdsaat menjadi pemateri Seminar Nasional Pendidikan yang digelar Program StudiPendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan(FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) di Cirebon, Rabu (1/6). Ratusan peserta tampak antusias mengikuti seminar tersebut.

Dijelaskan Prof Suwarma, beragam bentuk kearifan lokalwarisan pendiri Kerajaan Islam Cirebon yakni Sunan Gunung Jati, ini dapatmenjadi jawaban bagaimana pendidikan nilai yang dirumuskan dalam pendidikankarakter dapat diwujudkan dengan nilai-nilai spiritual yang ada. Ini semuasejalan dengan semangat Pancasila yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,jelasnya.

Sementara Budayawan dan PenelitiSejarah Cirebon drh H Bambang Irianto, BA pada kesempatan itu menyampaikantentang nilai-nilai luhur pendidikan yang sebelumnya telah dijalankan oleh parapendiri kerajaan Cirebon dan Banten, yakni Sunan Gunung Jati atau Syekh SyariefHidayatullah. Cirebon yang berasal dari Caruban atau campuran mengakomodasiberagam kebudayaan, namun muaranya tetap satu yakni Islamisasi bukan hanyaorangnya tetapi keseluruhannya, urai Bambang.

Sebagai Pembicara Awal Dekan FKIPUnswagati Prof Dr H Abdul Rozak, M.Pd menyampaikan tentang indikator kemajuansuatu bangsa yang tak bisa dilepaskan dengan kemajuan pendidikannya sertakeniscayaan era digital yang harus dihadapi dunia pendidikan dan bagaimanamenyikapinya. Guru besar Bahasa Indonesia ini mengemukakan bahwa guru menjadielemen terpenting dalam baik tidaknya kualitas pendidikan. Karena itu, kamiProdi PGSD FKIP Unswagati berkomitmen untuk mencetak guru-guru yang memahamidan mampu menghadapi era digital namun tetap memegang nilai-nilai kearifanlocal yang ada sehingga akan mengembalikan pendidikan yang menggembirakan.Pramuka, permianan tradisional, tari dan kesenian lainnya akan menjadiekstrakurikuler di Prodi PGSD, pungkasnya.

Pada seminar yang dimoderatori KetuaProdi PGSD DR H Iin Wariin Basyari, M.Pd ini diikuti para guru, kepala sekolah,kepala UPT Pendidikan di wilayah III Cirebon. Dibuka oleh Wakil Rektor I DrAlfandi, M.Si mewakili rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP yangmasih umroh, tampak hadir Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati H. AsepDjadjuli, Wakil Rektor II H Acep Komara, Drs SE M.Si, Wakil Rektor III Dudung HidayatSH MH, Wakil Rektor IV H Nasir Asman Drs MM, kepala badan dan satuan, Dekanserta para dosen di lingkungan Unswagati (Johar).

1276 replies

Comments are closed.