Workshop Google Scholar & Repository FKIP Unswagati

Fkip Unswagati kembali mengadakan workshop mengenai publikasi dan penelitian. Workshop yang diselenggarakan pada hari Sabtu 28 November 2015 ini diselenggarakan sebagai bentuk follow up dari workshop sebelumnya mengenai cara publikasi internasional.
Salah satu tridarma bagi dosen adalah penelitian. Pada umumnya, kegiatan penelitian dosen dapat menghasilkan karya ilmiah dan dipublikasikan melalui jurnal, seminar atau prosiding. Bagi dosen, diharapkan karya ilmiah yang mereka hasilkan dapat bermanfaat bagi akademisi lainnya. Salah satu parameter bahwa suatu karya ilmiah bermanfaat adalah dengan sitasi (kutipan). Karya ilmiah berkualitas akan sering menjadi rujukan bagi penulis lainnya, sehingga akan meningkatkan jumlah sitasi dari karyanya. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara mengetahui seberapa banyak penulis yang mensitasi karya kita (dosen) dan seberapa baik kualitasnya?.

Solusinya adalah angka h-index yang biasanya disediakan di situs peng-index situs jurnal/repository. Pengertian h-index sendiri adalah jurnal sebanyak h yang disitasi minimal h oleh penulis lain untuk masing-masing jurnal. Saat ini, ada tiga situs pengindex yang cukup populer di Indonesia yaitu Google Scholar, DOAJ, dan Scopus. Dari ketiga situs ini, Google Scholar-lah yang cukup mudah diakses. Keuntungan Google Scholar adalah dapat langsung mengindex situs jurnal berbasis Open Journal System (OJS), sehingga situs ejurnal fkip unswagati sudah dapat diindex oleh Google Scholar.

Selain itu, hanya dengan bermodalkan akun gmail, kita sudah dapat mendaftar di google scholar. Keuntungan terbesar bagi peneliti (dosen) adalah situs ini menyediakan deskriptif data total paper, total sitasi, serta angka h-index  yang dapat dilihat melalui profil pengguna.
Melalui workshop ini diharapkan seluruh dosen fkip unswagati dapat termotivasi untuk dapat terus membuat karya tulis berkualitas yang dipublikasikan dan disitasi secara online baik secara lokal maupun internasional demi perkembangan ilmu pengetahuan maupun perbaikan kualitas belajar mengajar di FKIP Unswagati. “Jangan berpikir mendapatkan h-index scopus apabila belum mendapatkan h-index google scholar“, kata Surya Amami selaku pemateri workshop ini. Artinya kalau ada fasilitas yang mudah kenapa harus menunggu sesuatu yang sulit (Scopus). Akhirnya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Google Scholar merupakan “first step” to Scopus. (*sap/wh)

Download File Workshop